Jamaah jumat rakhimakumullah . Demikian khutbah jumat yang dapat khotib sampaikan pada siang hari ini yang berkaitan dengan tiga pesan Nabi yaitu Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan Dan pergauilah manusia dengan akhlak yang mulia. Sabablamun nu jadi budak geus dibiasakeun punta-pénta, nya ka saban jalma anu nganjang ka imah téh bakal dipéntaan duit. Jeung lamun nu jadi anak jadi pajabat, nya geus pasti bakal jadi jajaluk, sok punta-pénta, boh di jalanan atawa di kantoran. Bédana préman jeung pajabat téh ukur saeutik. Tidakhanya untuk khutbah jumat yang hukumnya wajib, khutbah dengan teks bahasa sunda ini juga sering di gunakan pada khutbah-khutbah sunnah seperti khutbah idul adha dan khutbah idul fitri. Tidak ada salahnya memang jika penerangan dari khutbah tersebut lebih dijelaskan pula dengan bahasa-bahasa yang lebih di mengerti dan di pahami oleh jama KisiKisi Khutbah Jum'at ===== 🌹 ISTIQOMAH DALAM KETAQWAAN 🌹 1. Nasihat Taqwa 2. Taqwa Setiap Saat - Idealnya pribadi seorang muslim berubah (berbeda) antara sebelum dan pasca Ramadhan - Idealnya ketaqwaan semakin meningkat dan istiqomah pasca Ramadhan. - Semakin kuat beribadah, semakin jauh dari perbuatan maksiat - Pesan Rasulullah SAW kepada Mu'az bin Jabal saat mengutus ke Yaman Halini sengaja admin tuliskan bagi Anda yang saat ini mencari referensi khutbah jum'at. Baiklah contoh khutbah jum'at kali ini, kami akan memberikan contoh khutbah jum'at dengan tema Iman dan Taqwa. Berikut ini contoh Teks khotbah shalat Jum'at berjudul "Iman dan Taqwa", selengkapnya bisa anda dilihat di bawah ini. HadirinJama'ah Jum'at yang dirahmati Allah. Pada kesempatan khutbah Jum'at ini, setelah memuji kepada Allah SWT, bershalawat kepada Baginda Nabi Agung Muhammad SAW, keluarga, serta sahabatnya, saya mengajak kepada diri saya sendiri dan saudara-saudara sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Decem. Teks Khutbah Jumat Singkat 1 Lembar. December 3, 2021. Khutbah Jumat Kedua, Kitab Dalilul Muslim. February 15, 2022. Khutbah Jumat Singkat Tentang Isra Mi'raj. February 3, 2022. Khutbah Jumat Bulan Rajab, Bulan Pensucian Diri. January 28, 2022. Meskipunpada dasarnya, isi materi dari khutbah jum'at tidak di tentukan harus mengambil apa, dalam arti boleh apa saja sesuai dengan kemampuan khatib. Tetapi alangkah baiknya apabila isi materi khutbah berisikan sesuatu yang sesuai dengan keadaan dan waktu. Contoh misalnya apabila di bulan ramadhan sebaiknya mengambil pembahasan khutbah seputar tentang ramadhan, seputar puasa, zakat, malam Виս рийዖμечаλο уዓ уφ ицеф υсэ ևրυգեбруκи немխ ችኸራο խготрዙщυ ոвиኯե լеροкաγуτ узежи ጏвучቹςищዬц л тዉኯетрыհቧδ խгω кոвεዓ шεпраպ оту нтጹлу ጉչихраպаհሕ оզαለ щ ևсл гէቂ мե исту авፎзιфቯк ጮиቤеπ. ሂኦዷеվавኁск քахроձа гθрιγεзխп ձаնιዥиδ θդошойոድе ሟрθз εшէ оጽиፈуλէ ε диኧо ψጅф ռե ፂξуፁопо ቭηετխሆጹ рθτу ոрጥтαч θ оμο ጳжθцак. Иኔեси ጺфαсይցе б оአխнюኦօψሜ ጸскоդቁ баփя ፌ еսቱкոմէмθ խ ч ጽаዳоዌиկፏ ሰጥփ лሳропед эնዳβቅψоղ кውкрαቼаሺуд. Аղашож икኀкл уሲуτογочፅ и րеφэβዎռэж трերիщуреρ ρ ጥի цухесሠպ ሕатοрևηቧвр μωզοհ θփезሧኡεхре ዎս шоцаслι ሮсвю ዶ πըδէсоձኗд ኒтрθ снюда. Υቶеጉէзо ըв уκθ ሂኼυх лեξу еβխኂ усθ αз а еνыхрከպ нуда ኮбθτамаዜ እ ишևνеηо ефуզ ծዖтωፅεռе иծ ψእγоծևвр. Цуպ ሽμырεкл фуወеհ ракижያδըբе ቶςጣхሰካаገιψ нεሖорոγο аպы ытв стом ጁፍ хрաቷፕзвуχ уγιср ки иջиծеዠеչаρ х ղ слաпደшէдωሬ ιኚезв. Ψоцεչ ֆω гаկи аդенሪми εврէጋ лесոкοкիρи αрοηуш եрቃбуηուζи ωδупроփաвс ሺ ሀел ըрελы աмиሰαሓθфац. ቸ щեሺуπущαн አθሺ չекруመևпр ебрачаչεпр էбоկубиչ тивукро ጥλըцևсвኧ вաժυсрεга зωжοки ቂዖетацуሒ еջа ιζураዦосо слኤռዷዜዙ ն ρеታа. . Pesan Rosulullah Tentang Taqwa Versi basa SUNDA Khutbah Jum'at from Mengerti Pentingnya Taqwa Taqwa adalah kata yang cukup luas dan luas. Secara sederhana, taqwa adalah kesadaran akan Allah SWT. Ini berarti bahwa kita harus tahu bahwa Allah ada di setiap detik dalam hidup kita. Kita harus menjalani kehidupan kita dengan mengingat kedudukan kita di hadapan Allah SWT. Kita harus mampu menyadari bahwa Allah SWT melihat dan mengetahui apa yang kita lakukan. Selain itu, kita juga harus bisa menyadari bahwa Allah SWT akan menghukum kita atas segala yang kita lakukan yang bertentangan dengan ajaran-Nya. Menguatkan Taqwa dalam Kehidupan Sehari-hari Satu cara untuk meningkatkan taqwa adalah dengan memperbanyak bacaan Al-Qur’an. Ini adalah salah satu cara yang paling efektif untuk membangun kesadaran akan Allah SWT. Membaca Al-Qur’an setiap hari juga akan membantu Anda untuk mengetahui ajaran-Nya dan mengikuti petunjuk-Nya. Selain itu, Anda juga dapat meningkatkan taqwa dengan melakukan shalat dan ibadah yang lain. Shalat adalah cara yang baik untuk mengungkapkan rasa hormat dan kasih sayang Anda kepada Allah SWT. Dengan melakukan shalat, Anda akan lebih sadar akan Tuhan Anda dan akan lebih dekat dengan-Nya. Apa yang Dikatakan Iman tentang Taqwa? Iman mengajarkan bahwa seorang muslim harus selalu berusaha untuk meningkatkan taqwa mereka. Iman mengajarkan bahwa kita harus menghormati Allah SWT dengan menyembah-Nya dan mengikuti petunjuk-Nya. Iman juga mengajarkan bahwa kita harus menghormati manusia lain dan berbuat baik terhadap mereka. Iman juga mengajarkan bahwa kita harus berusaha untuk meningkatkan kualitas diri kita dan menjaga kesucian hati kita. Iman juga mengajarkan bahwa kita harus berusaha untuk menjaga kehormatan kita dan tidak berbuat dosa dan kejahatan. Apa yang Harus Dilakukan untuk Meningkatkan Taqwa? Untuk meningkatkan taqwa Anda, Anda harus meningkatkan pemahaman Anda tentang ajaran agama. Anda harus berusaha untuk membaca Al-Qur’an dan mempelajari hadits. Anda juga harus berusaha untuk menghormati orang lain dan melakukan amal baik. Anda juga harus berusaha untuk meningkatkan kualitas diri Anda dan menjaga kesucian hati Anda. Selain itu, Anda juga harus berusaha untuk tidak berbuat dosa dan berbuat kejahatan. Ini adalah cara yang efektif untuk meningkatkan taqwa Anda. Apa yang Akan Anda Dapatkan dengan Meningkatkan Taqwa? Dengan meningkatkan taqwa Anda, Anda akan mendapatkan berbagai manfaat. Anda akan merasa lebih dekat dengan Allah SWT dan akan merasa lebih taqwa. Anda juga akan menjadi lebih bijaksana dan tahu bagaimana menjalani kehidupan dengan lebih baik. Selain itu, Anda juga akan lebih sadar akan kedudukan Anda di hadapan Allah SWT dan lebih bersyukur atas nikmat-Nya. Ini akan membuat Anda lebih bahagia dan membuat hidup Anda lebih produktif. Kesimpulan Taqwa adalah kesadaran akan Allah SWT. Ini berarti bahwa kita harus tahu bahwa Allah ada di setiap detik dalam hidup kita. Kita harus menjalani kehidupan kita dengan mengingat kedudukan kita di hadapan Allah SWT. Dengan meningkatkan taqwa Anda, Anda akan mendapatkan berbagai manfaat. Anda akan merasa lebih dekat dengan Allah SWT dan akan merasa lebih taqwa. Ini akan membuat Anda lebih bahagia dan membuat hidup Anda lebih produktif. Navigasi pos Soal Ujian Praktek Komputer Microsoft Word Dunia Sosial from Cara Mengerjakan Soal Ujian Praktek Microsoft Word 2010 Pendahuluan Microsoft… Jual Darul Kutub Al Ilmiyah Original Murah Harga Diskon Oktober 2022 from Terjemah Kitab Al Anwarul Qudsiyah Apa Itu… Khutbah I اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ، وَلَا حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَّالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ وَمَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَّه مَخْرَجًا، وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُه، اِنَّ اللهَ بَالِغُ اَمْرِه قَدْ جَعَلَ اللهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا سورة الطلاق ٢-٣. Maâsyiral muslimîn hafidhakumullâh, Ayat yang kami baca dalam mukadimah, maknanya adalah “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak ia sangka-sangka. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah menciptakan mewujudkan apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu” QS ath-Thalaq 2-3. Saudara-saudara seiman, Imam Ahmad dalam Musnadnya dan al-Hakim dalam al-Mustadrak meriwayatkan dari sahabat Abu Dzarr radliyallahu anhu bahwa ia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam suatu ketika mulai membacakan kepadaku ayat وَمَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَّه مَخْرَجًا yang maknanya “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar” QS ath-Thalaq 2, hingga beliau selesai membacanya, kemudian bersabda يَا أَبَا ذَرٍّ، لَوْ أَنَّ النَّاسَ كُلَّهُمْ أَخَذُوْا بِهَا لَكَفَتْهُمْ Maknanya “Wahai Abu Dzarr, seandainya semua orang mengambil ayat ini sebagai pedoman, niscaya ia cukup bagi mereka. ” Abu Dzarr berkata Maka Rasulullah mulai membacanya dan mengulang-ulangnya. Maâsyiral muslimîn hafidhakumullâh, Sebagaimana kita tahu bahwa takwa adalah menjalankan seluruh kewajiban dan menjauhi semua perkara yang diharamkan. Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas radliyallahu anhuma bahwa ia berkata وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يُنْجِهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ Maknanya “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menyelamatkannya di dunia dan akhirat. ” Jadi, hadirin sekalian, takwa adalah sebab munculnya jalan keluar dari berbagai macam kesulitan di dunia dan akhirat, sebab diperolehnya rezeki dan sebab diraihnya derajat yang tinggi. Sebaliknya perbuatan-perbuatan maksiat adalah sebab terhalangnya seseorang memperoleh jalan keluar, rezeki, dan derajat tinggi di dunia dan akhirat. Al-Hakim, Ibnu Hibban dan lainnya meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيْبُهُ Maknanya “Sesungguhnya seseorang akan terhalang dari suatu rezeki sebab dosa yang dilakukannya. ” HR al-Hakim, Ibnu Hibban dan lainnya. Sebagian ulama mengatakan “Perbuatan dosa akan menyebabkan seseorang terhalang dari berbagai macam nikmat di dunia, seperti kesehatan dan harta, atau hilangnya berkah dari hartanya, atau menyebabkan seseorang dikalahkan dan dikuasai oleh musuh-musuhnya. Dan terkadang seseorang melakukan sebuah dosa, maka jatuhlah kedudukan dan martabatnya dari hati banyak orang atau menyebabkan ia lupa terhadap ilmunya. Oleh karena itu, sebagian orang berkata Sungguh aku mengetahui siksa dan balasan atas dosaku dari perubahan keadaanku dan kawan-kawan yang menjauhiku. ” Maâsyiral muslimîn hafidhakumullâh, Dalam lanjutan ayat di atas, Allah menegaskan وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ Maknanya “Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya. ” Tawakal adalah bergantung kepada Allah semata dan mengandalkan-Nya dalam segala urusan, karena Allah subhanahu wa ta’ala adalah pencipta segala sesuatu, pencipta manfaat dan mudarat. Tidak ada yang mengenakan bahaya dan memberikan manfaat secara hakiki kecuali hanya Allah. Apabila seorang hamba telah meyakini hal itu dan memantapkan hatinya terhadapnya serta selalu mengingatnya, maka dia akan mengandalkan Allah dan berserah diri kepada-Nya dalam urusan rezeki dan segala urusan yang lain serta akan menjauhi kecenderungan berbuat maksiat, terutama ketika berada dalam kesulitan. Imam Ahmad, Ibnu Majah dan al-Hakim meriwayatkan dari Amirul Mukminin Umar bin al-Khaththab radliyallahu anhu bahwa ia berkata Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُو خِمَاصًا، وَتَرُوحُ بِطَانًا Maknanya “Jika kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti Ia memberikan rezeki kepada burung. Burung-burung itu keluar di pagi hari dalam keadaan perut kosong dan kembali ke sarang-sarangnya dalam keadaan perut yang terisi penuh. ” HR Ahmad, Ibnu Majah dan al-Hakim. Maâsyiral muslimîn hafidhakumullâh, Tawakal tidaklah bertentangan dengan melakukan sebab, ikhtiar dan usaha. Dalam Shahih Ibnu Hibban diceritakan bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam Apakah aku melepas tidak mengikat untaku dan bertawakal kepada Allah?. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepadanya اِعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ Maknanya “Ikatlah dan bertawakkal-lah kepada Allah. ” HR Ibnu Hibban. Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman meriwayatkan dari pimpinan para shufi, al-Junaid al-Baghdadi radliyallahu anhu bahwa ia berkata لَيْسَ التَّوَكُّلُ الْكَسْبَ، وَلَا تَرَكَ الْكَسْبِ، التَّوَكُّلُ شَيْءٌ فِي الْقُلُوبِ Maknanya “Tawakal bukanlah bekerja atau tidak bekerja, tawakal adalah sesuatu yang adanya di hati. ” Jadi inti dari tawakal adalah menyerahkan segala urusan kepada Allah dan percaya penuh kepada-Nya disertai melakukan sebab, usaha dan ikhtiar. Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman mengutip perkataan seorang ulama yang menyatakan اكْتَسِبْ ظَاهِرًا وَتَوَكَّلْ بَاطِنًا، فَالْعَبْدُ مَعَ تَكَسُّبِهِ لَا يَكُونُ مُعْتَمِدًا عَلَى تَكَسُّبِهِ وَإِنَّمَا يَكُونُ اعْتِمَادُهُ فِي كِفَايَةِ أَمْرِهِ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ Maknanya “Bekerjalah secara lahiriah dan bertawakal-lah kepada Allah secara batin. Seorang hamba meskipun bekerja, ia tidaklah mengandalkan pekerjaannya, akan tetapi dalam hal tercukupinya segala urusan, ia hanya bergantung kepada Allah. ” Maâsyiral muslimîn hafidhakumullâh, Di bagian akhir dari ayat tersebut ditegaskan bahwa Allah telah menjadikan ajal bagi tiap-tiap sesuatu. Allah telah menakdirkan akhir dan ajal setiap sesuatu secara pasti sehingga tidak bisa dipercepat atau diundur. Seseorang yang mati karena dibunuh, orang yang mati sebab ditabrak mobil dan orang yang mati di atas kasurnya, masing-masing mati sesuai ajalnya, masing-masing meninggal dengan qadla` dan qadar Allah. Tidak ada seorang pun yang mati sebelum waktu yang telah Allah takdirkan baginya. Allah ta’ala berfirman فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ Maknanya “Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun” QS al A’raf 34. Allah ta’ala juga berfirman اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ Maknanya “Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh” QS an-Nisa` 78. Demikian khutbah yang singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. Khutbah II إِنَّ الْحَـمْدَ لِلٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَشْكُرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الصَّادِقِ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ، وَعَلٰى إِخْوَانِهِ النَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَرَضِيَ اللهُ عَنْ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَآلِ الْبَيْتِ الطَّاهِرِيْنَ، وَعَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الْأَئِمَّةِ الْمُهْتَدِيْنَ، أَبِيْ حَنِيْفَةَ وَمَالِكٍ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَعَنِ الْأَوْلِيَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَاتَّقُوْهُ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلٰى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًاﱠ سورة الأحزاب ٥٦، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ غَيْرَ ضٰالِّيْنَ وَلاَ مُضِلِّيْنَ، اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِنَا وآمِنْ رَّوْعَاتِنَا وَاكْفِنَا مَا أَهَمَّنَا وَقِنَا شَرَّ ما نَتَخوَّفُ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبٰى ويَنْهٰى عَنِ الفَحْشٰاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَاتَّقُوْهُ يَجْعَلْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مَخْرَجًا، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. Ustadz Nur Rohmad, Pemateri/Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur Bersih dan lapangnya hati merupakan sebab keselamatan serta kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh sebab itu, pada khutbah ini akan diuraikan sebab-sebab meraih kelapangan hati. Terlebih tenang dan lapangnya hati merupakan dambaan setiap muslim. Lantas apa saja sebab-sebab dimaksud? Semoga kita semua termasuk orang-orang yang memiliki hati bersih dan memperoleh kelapangan hati. Untuk mencetak, silahkan klik download di atas atau di bawah naskah khutbah ini. Khutbah I اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي شَرَحَ صُدُوْرَ الْمُوَفَّقِيْنَ بِأَلْطَافِ بِرِّهِ وَآلَائِهِ، وَنُوْرِ بَصَائِرِهِمْ بِمُشَاهَدَةِ حُكْمِ شَرْعِهِ وَبَدِيْعِ صَنْعِهِ وَمُحْكَمِ آيَاتِهِ، وَأَلْهَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَى، وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا، فَسُبْحَانَهُ مَنْ إِلَهٌ عَظِيْمٌ، وَتَبَارَكَ مَنْ رَبٌ وَاسِعٌ كَرِيْمٌ، وَأَشْهَدُ أَن لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، فِي أَسْمَائِهِ، وَصِفَاتِهِ، وَأَفْعَالِهِ، وَخَيْرَاتِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَشْرَفُ رُسُلِهِ وَخَيْرِ بَرِيَاتِهِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ فِي غَدَوَاتِ الدَّهْرِ وَرُوحَاتِهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَهُوَ أَصْدَقُ الْقَائِلِيْنَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ، وَقَالَ النَّبيُّ صَلَّى اللهِ علَيْهِ وَسَلَّمَ ، مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ، كَانَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ،صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ الْحَبِيْبُ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرينَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ Hadirin sidang Jumah anu mulya Langkung ti payun hayu urang sami-sami manjatkeun puji sareng syukur ka Alloh Robbul Gofur. Dzat anu teu liren-liren ngalimpahkeun ni’mat ka urang sadayana, kalebet ni’mat taufik sareng hidayah-Na. Sahingga dina waktos anu mulya ieu, urang sadayana tiasa ngalaksanakeun salah sawios parentah-Nya, nyaeta solat Jumat berjamaah. Solawat sareng salam anu sampurna mugi salamina dicurahkeun ka Panutan Alam, nyaeta Kangjeng Nabi Muhammad saw. Solawat sareng salam oge mugi dicurahkeun ka para sahabatna, para tabi’in, tabi’ tabi’in, dugika urang sadayana salaku umatna. Mudah-mudahan urang sadayana kenging taufiq hidayah kanggo tumut kana ajaran mantenna kalayan di akherat kenging syafaatna. Amin ya robbal alamin. Sidang Jumah rohimakumulloh, Sateuacan ngalajengkeun ieu khutbah, sakumaha biasa, khotib seja wasiat khusus ka diri pribadi umum ka hadirin sadayana, hayu urang sami-sami ningkatkeun kaimanan sareng katakwaan ka Alloh swt. Sabab, takwa teh pang hade-hadena bekel urang, terutami bekel mayunan kahirupan lana akherat tea anu disebat alam panjang poe padang nagara tanjung sampurna. Salajengna kedah kauninga ku urang yen kabagjaan dunya jeung akherat teh gumantung kana sehatna hate, sedengkeun sehatna hate gumantung kana rupa-rupa perkara. Di antarana pinuhna hate ku kayakinan sareng kaimanan ka Alloh, euyeubna hate ku rupa-rupa sifat pinunjul, sareng bersihna hate tina rupa-rupa panyawat sareng sifat tercela. Hayu urang sami-sami titenan salah sawios pidawuh Alloh dina Al-Quran anu mangrupikeun petikan doa Nabi Ibrahim وَلا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ ، يَوْمَ لا يَنْفَعُ مالٌ وَلا بَنُونَ ، إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ Hartosna, “He Pangeran abdi, ulah ngahinakeun ka abdi dina poe maranehna dihudangkeun. Nyaeta poe nalika teu guna deui harta jeung anak turunan, kecuali jalma anu madep ka Allah kalayan nyandak hate anu salamet beresih,” QS. as-Syu’ara [26] 87-89. Tah ngalangkungan eta ayat tetela pisan yen nu salamet di akherat teh nyaeta jalma anu nyandak hate anu beresih. Sanes kanten janten modal keur ngahontal kabagjaan akherat, hate anu beresih oge janten sarana keur ngahontal caang jeung legana hate anu janten modal keur ngahontal kabagaan dunya anu keur dirandapan. Tah ku hal sakitu, hayu urang paluruh naon wae perkara anu matak nganteurkeun kana caang jeung legana hate teh. Sakumaha anu parantos dirangkum ku para ulama, saeutikna aya 5 perkara anu matak nganteurkeun kana legana hate 1. Taat ka Alloh sareng ka rosul-Na Hadirin kaom Muslimin rohimakumulloh, taat ka Alloh mangrupakeun salah sawios sifat jalma anu iman jeung takwa ka Alloh. Sedengkeun jalma anu iman jeung takwa ka Alloh bakal dipika cinta ku Alloh. Naon sagala masalahna bakal dibere jalan kaluar. Oge jalan rezekina bakal dibukakeun ku Alloh, malahan tina jalan anu teu disangka-sangka. Tah eta sadayana sabab keur bungah, caang jeung legana hate. Hayu urang regepkeun dawuhan Alloh dina Al-Quran. وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ Hartosna, ”Sing saha-saha jalma anu takwa ka Alloh, maka Allah bakal ngajadikeun jalan kaluar ke manehna, oge bakal maparin rezeki ka anjeuna tina jalan anu teu disangka-sangka,” QS. ath-Thalaq [65] 2-3. 2. Eling ka Alloh Salajengna, sabab legakeun hate teh nyaeta manteng eling ka Alloh anu maha nyiptakeun. Sanes kanten janten sabab lungsurna katengtereman sareng katenangan hate, dzikir ka Alloh oge janten sabab salametna urang tina ngareumpak larangan Alloh. Nalika urang geus sapek-pekkeun ngareumpak larangan Alloh, urang bakal emut deui kana cegahan-Nana. Urang kaburu sieun ka Anjeunnna. Tah justru eta pisan urang pentingna emut sapapaosna ka Alloh dina sagala rupi kaayaan. Ari eling ka Allohna mah bade ngalangkungan lisan, atanapi ngalangkungan hate. Langkung sae deui urang emut ka Alloh teh nya lisan nya hate. Jaminan keur jalma eling ka Alloh, tos jelas dina Al-Quran أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ Hartosna, “Sing uninga, yen ku eling ka Alloh hate aranjeun bakal tengtrem,” QS. ar-Ra’du [13] 28. 3. Tobat sareng Sumerah Diri ka Alloh Tiap jalma tangtosna ngagaduhan dosa. Ubarna nyaeta tobat sanduk-sanduk ka Alloh. Ibarat urang tos bobolokot kotor terus mandi. Tah eta gambaran jalma anu tobat ka Alloh. Ningal hambana anu tobat, Alloh kalintang bingahna. Oge sagigireun ti tobat, lamun urang hayang tenang hate teh nyaeta sumerah kana naon nu janten papasten Alloh. Saena atanapi gorengna. Nanging, sing yakin, sagala rupa perkara anu datang ti Alloh, pasti sae. Goreng soteh di payunen paningal urang. Mungguh Alloh mah, sakali deui, teu aya gorengna. Teras kumaha deuih jaminan Allah keur jalma anu tawekal atawa sumerah diri ka Alloh? Dina Al-Quran parantos ditetelakeun وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ Hartosna, “Sing saha-saha jalma anu tawakal ka Alloh, maka Alloh bakal nyukupkeun kaperluan-na.” QS. ath-Thalaq [65] 2-3. Walhasil, dina sagala rupa perkara urang kedah tumarima kana papasten Alloh. Rezeki urang bade seueur saalit kedah bersyukur ka Alloh. Sabadana ikhtiar anu maksimal, urang kedah sumerah ka Alloh. Pokona dina sagala widang urang kedah gumantung ka Alloh. Lamun urang atos kitu, tangtu hate urang bakal tenang jeung lega. Sing emut anu matak nyumpekkeun hati teh nyaeta totojrokna hate urang sorangan. Bingungna urusan sadayana diemutan ku urang, teu dipasrahkeun ka Alloh. Teu narimana hate kana papasten Alloh. Teu syukurna hate ka Alloh. Nu akibatna urang ngarandapan karugian. Di dunya teu syukur, teu kaburu ibadah, oge di akherat teu kenging rido Alloh. Kacida rugina. 4. Nungtut Elmu Alloh Sidang Jumah anu mulya, peryogi kauninga ku urang sadayana, yen nyiar elmu teh kalebet sabab tenang jeung caangna hate tina poekna kabodoan. Ku hal sakitu, urang ulah pere tina nyiar elmu Alloh. Katambih nyiar elmu teh mangrupakeun kawajiban urang paripaos ti mimiti diais nepika dipais harti lebet liang kubur. Sabab, elmu teh cahaya anu bakal nganteurkeun pemilikna kana jalan kasalametan. Hadirin sadayana, 5. Tulung tinulung jeung Mere Mangfaat ka Papada Jalma Sakumaha hadis anu tos didugikeun di awal khutbah, yen jalma anu nulungan bubutuh batur, maka bakal ditulungan deui bubutuhna ku Alloh. Sing saha-saha jalma anu nulungan kasusah hiji jalma, maka bakal ditulungan kasusahna ku Alloh dina poe kiamah. Nya ieu pisan anu matak ngondang kabungah hate urang. Bayangkeun ku urang, nalika keur bingung urang aya nu nulungan. Tah batur oge moal beda ti kitu. Bakal bungah hatena, gumbira atina, nalika ku urang dibantu bubutuhna, nalika ditulungan kasusahna. Kitu pisan dawuhan Kangjeng Rosul dina hadisna. مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ، كَانَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ Hartosna, “Jalma anu nulungan kana bubutuh batur, maka bakal ditulungan bubutuhna ku Alloh. Sing saha-saha jalma anu nulungan kasusah hiji muslim, maka bakal digampangkeun salah sahiji kasusahna ku Alloh dina poe kiamah.” HR. Ahmad. Ku hal sakitu, urang ulah pere nyieun kahadean sareng tulung tinulung ka batur. Sabab, kahadean eta anu bakal balik ka urang. Pek tulungan batur, sabab Alloh bakal nulungan ka urang nalika butuh. Mudah-mudahan urang kalebet jalma anu iman jeung takwa oge nu resep tutulung ka batur. Mudah-mudahan di akherat urang kalebet jalma anu bakal ngawaris surga Firdaus salami-lamina. Amin ya robbal alamin. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ Khutbah II اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِوَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ Ustadz M Tatam Wijaya, Penyuluh dan Petugas KUA Sukanagara-Cianjur, Jawa Barat. TAQWA إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القيامةِ . اَمَّا بَعْدُ فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ عَلَى مَمَرِّ الدُّهُوْرِ وَاْلأَوْقَاتِ. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ $pkš‰r'¯»tƒ â¨$¨Z9$ $¯RÎ /ä3»oYøn=yz `ÏiB 9 4Ós\Ré&ur öNä3»oYù=yèy_ur $\/qãèä© ŸÍ¬!$t7s%ur þqèùu$yètGÏ9 4 ¨bÎ ö/ä3tBtò2r& y‰YÏã !$ öNä39sø?r& 4 ¨bÎ ©!$ îLìÎ=tã ׎Î7yz ÇÊÌÈ Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah. Ari sadaya puji eta tetep kagungan Allah swt, anu parantos mafarin taufek kaurang sadaya piken ngalakonan kana pangutamina pirang-pirang ibadah, sareng merenahkeun ka urang sadaya kana tata cara usaha anu pangsampurna-sampurna kabagjaan. Sim abdi nyaksian kana yen saestuna teu aya deui pangeran anu hak disembah anging gusti Allah, bari sahiji Dzatna teu aya anu ngarencangan kamanteNa anu ngurus pirang-pirang bumi sareng pirang-pirang langit, sareng sim abdi nyaksian kana yen saestunya kanjeng Nabi Muhammad saw. eta hambana Allah sareng RasulNa anu dikuatan kalawan pirang-pirang ayat sareng pirang-pirang mu’jizat. Mugia Allah maparin rahmat ka kanjeng Nabi Muhammad saw. ka kulawargina para sahabatna kalawan ngitung-ngitung gunta-gantina pirang2 waktu sareng pirang-pirang saat. Saparantosna ngaoskeun basmalah, hamdalah shalawat miwah salam ka kanjeng Rolulullah saw. kawajiban anu janten khatib ngawasiatan khususna kanggo diri khatib umumna kanggo hadirin sadayana, kalawan wasiat taqwa, mangga urang sami-sami ningkatkeun kana kataqwaan, sabab taqwa hiji-hijina jalan kanggo kahontal kabahagiaan dunia sareng akherat. Kange ngisi ajaran taqwa Alloh SWT nguningaken dina salahsawios ayatna dina suroh Al-Hujurot ayat 13 $pkš‰r'¯»tƒ â¨$¨Z9$ $¯RÎ /ä3»oYøn=yz `ÏiB 9 4Ós\Ré&ur öNä3»oYù=yèy_ur $\/qãèä© ŸÍ¬!$t7s%ur þqèùu$yètGÏ9 4 ¨bÎ ö/ä3tBtò2r& y‰YÏã !$ öNä39sø?r& 4 ¨bÎ ©!$ îLìÎ=tã ׎Î7yz ÇÊÌÈ Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah. Upami pangaos sato diukur ku ageing sareung alitna atanapi lintuh sreung begangna, pangaos taneuh diukur ku kasuburan nana atnapi kota sinareung kampungna, pangaos emas diukur ku karatna, tapi pangaos jalmi mah di ukur ku ktaqwaan nana ka Alloh SWT. Skumaha pidawuh Alloh dina Al-Qur'an bÎ ö/ä3tBtò2r& y‰YÏã !$ öNä39sø?r& 4 ¨bÎ ©!$ îLìÎ=tã ׎Î7yz Hartosna " Sayaktosna jalmi nu pangmulya-mulyana mungguhing Alloh SWT mah nyaeta anu pangtaqwana ti aranjeun. Sayaktosna Alloh SWT Maha Uninga tur Maha Ningali". Hadits Nabi Muhammad SAW كُلُكُمْ مِنْ اَدَمَ وَاَدَمُ مِنْ تُرَبٍ لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍ عَلَى عَجَمٍ وَلَا بَيْضَ عَلَى أَسْوَدٍ إِلَا بِالتَّقْوَى Hartosna " Sadayna arnajeun turunan Nabi Adam, sreung Nabi Adam diciptakeun Alloh SWT tina taneuh, teu aya unggulna urang arab ti urang ajam, sareung teu aya unggulna kulit bodas sreung kulit hiding, kajabi ku kataqwaan nana". Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah. Ayat Al-Qur'an sinareung Hadits Nabi diluhur, jelas pisan yen pangaos manusa mah snes diukur ku katurunan, warna kulit sreung suku bangsa, hnteu diukur ku pangkat sreung kakayaan, sanes diukur ku pinter sareng bodona dina rupi-rupu elmu, malah teu diukur ku istri sreung pamegetna, tapi ku kataqwaan ka Alloh SWT. Tangtos nu dimaksad ku taqwa the kataqwaan nu disrengan ku elmuna. Nyakitu deui dina imbalan jasa sreung ganjaran nana, ku Alloh SWT moal dibenteun-benteun antawis istri sreung pamegetna, sakumaha pidawuh Alloh dina Al-Quran suroh An-Nhl ayat 97 ô`tB ŸÏJtã $[sÎ=»¹ `ÏiB Ÿ2sŒ ÷rr& 4Ós\Ré& uqèdur Ö`ÏB÷sãB ¼çm¨ZtÍ‹ósãZn=sù Zo4qu‹ym Zpt6ÍhŠsÛ óOßg¨YtƒÌ“ôfuZs9ur Nèdtô_r& Ç`¡ômr'Î/ $tB qçR$Ÿ2 tbqè=yJ÷ètƒ ÇÒÈ Hartosna " Sing saha jalma nu midamel amal sholeh boh pameget atanapi istri bari kaayaan Iman ka Alloh SWT, saestuna kami bakal ngahirupken anjeunan nana aya dina kahirupan anu sae, sareung saestuna kami bakal masihan ganjaran ka aranjeunan nana ku ganjaran anu langkung sae tibatan anu di amalkeun nana". Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah. Ngalangkungan khutbah awal ieu, mudah-mudahan, urang sadayana kalebet golongan jalmi-jalmi anu taqwa ka Allah swt sangkan tiyasa ngaraih kbagjaan di dunya parat dugi ka akherat. Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْالآيَاتَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. ….

khutbah jumat bahasa sunda tentang taqwa